Huups.. malam ini akan terasa panjang tentunya. Malam minggu, seharusnya penat bisa hilang malam ini. Setelah seminggu penuh kerjaan ini-itu, sudah sepatutnya malam ini jadi semacam peyeimbang agar pikiran jadi segar kembali. Tapi, he..he.. si dia jauh di sana, terpaksa mesti sendiri lagi.
Sebenarnya gak sulit buat cari hiburan di kota cepu ini, hampir di setiap sudut taman cepu bisa dijumpai tempat buat nyantai. Atau, kalo mau sekedar cari teman ngobrol, bisa saja aku ke rumah salah satu kenalan. Tapi sepertinya itu bukan pilihan yang tepat saat ini. Pikiranku lagi entah di mana. Mungkin lagi sama si dia, atau sama siapa entahlah. Yang pasti, kompi di kantor jadi temen setia. Bosen maen game, sepertinya nulis di blog jadi pilihan yang menyenangkan.
Aku mau cerita sedikit soal cepu, kota yang terkenal dengan minyaknya.
Cepu, kota kecil, kota yang jadi hometown-ku selama hampir setaun ini. Adalah kota yang indah, menyenangkan dan menarik dari banyak sisi. Aku menyebutnya, kota transisi, kota yang masyarakatnya sejuk mesti sebenarnya cuaca di sini panas sekali. Cepu adalah kota yang menyenangkan untuk ditinggali, terutama untuk kaum muda seperti aku. Kota yang menjanjikan banyak kesenangan. Disini pusat keramaian di kabupaten Blora. Kota yang punya sisi lain di sana-sini, terutama bagi yang hobi sama wajah-wajah manis dan cantik. hehehehe.
Cepu jauh sekali dari kesan kota sepi. Apalagi tempat tinggalku emang di pusat kota, jadi pusat keramaian ada tepat di depan mata. Hanya sejauh lemparan batu, ada taman kota cepu, nama sebenarnya : Taman seribu lampu, meski lampunya kini gak lagi berjumlah seribu karena gak semuanya nyala di malam hari. Terus, tak jauh dari kantorku ada Perkantoran, pertokoan, juga Hotel Mega Bintang, hotel terbesar di kota kecamatan ini. Kalo mau nyari cafe, rumah makan, atau apa aja ada banyak di sini. Kata yang pernah tinggal di sini, asal ada uang di cepu pokoknya dijamin senang....
Malam minggu seperti ini, ramenya simpang tuju cepu gak kalah loh sama simpang tuju di Kudus, atau simpang lima di semarang ( agak berlebihan ya??? ). Tapi kalo dihitung tingkat kepadatan per meter perseginya, mungkin gak jauh beda. Muda-mudi terus saja berseliweran di sana-sini,pakaiannya juga hampir mirip sama yang di Simpang Lima Semarang, entah sudah berapa kali mereka muter di jalan sekitar taman cepu. Lokasi taman pun, hampir tak menyisakan ruang kosong, penuh sesak dari pedagang, pengunjung, sampe orang-orang yang hanya numpang lewat sambil lihat-lihat. hehe. Pokonya rame banget.
Buat kamu-kamu yang kebetulan tamu di cepu, jangan lewatin kesempatan sekedar mencicipi kopi kothok di taman cepu. Tinggal milih di warung mana, harga relatif sama, tinggal milih warung yang penjualnya cocok sama selera. hehehe. Sekian dulu gambaran singkat kota cepu, lain waktu akan dibahas lebih jauh tentang kota ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar